Utsmaniyah Khilafah Atau Kerajaan ?

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Heem, debat panjang antara nitizen apakah Utsmaniyah itu khilafah atau kerajaan, ana rasa tidak banyak manfaatnya, karena itu adalah masa lalu. Sedangkan lelaki sejati adalah yang selalu berkata: inilah karyaku, bukan aku adalah putra ayahku yang memiliki karya, demikian dahulu ِAl Hajjaj bin Yusuf berpesan kepada pasukannya:

إن الفتى من يقول ها أنذا # وليس الفتى من يقول كان أبي

Pemuda sejati adalah yang dengan gagah berkata: inilah aku

Bukan pemuda orang yang hanya bisa berkata : dahulu ayahku.

Kawan! apalah arti dan manfaat yang bisa dipetik oleh ummat Islam, bila hanya mampu meratapi masa lalu, dan berkata khilafah pernah tegak oleh Utsmaniyah atau lainnya, apalagi mereka telah lama digulung oleh lembaran sejarah masa lalu.

Namun! Sangat besar manfaat dan perannya bila hari ini, siapapun dia, apapun labelnya, dan apapun masa lalunya, mampu menegakkan kepala ummat Islam, dengan tegaknya hukum Allah, memakmurkan rakyatnya, menebarkan kebaikan ke seluruh penjuru dunia, dan melawan kemungkaran di manapun berada.

Berseteru memperebutkan masa lalu itu hanya akan memperlebar luka, dan memperluas jarak di antara kita, padahal saat ini kita sedang membutuhkan obat untuk menyembuhkan luka, dan menyusun asa, dan merajut semua potensi ummat.

Kawan! yuk sudahi perseteruan, dan rapatkan barisan, hilangkan perbedaan, dan bersihkan jiwa dari dendam dan kebencian.

Ingat! dalam surat Al Hasyer, ummat Islam hanya ada 3 golongan:
1- Al Muhajirin, dan anda sudah pasti tidak termasuk dari mereka.
2- Al Anshar, dan anda juga pasti tidak termasuk dari mereka.
3- Seluruh ummat Islam selain kedua kelompok di atas.

Tahukah anda, apa sifat dan kepribadian mereka kelompok ketiga? Simak baik baik ayat berikut:

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Al Hasyer 10)

Yah! mereka adalah orang yang selalu memohonkan ampunan untuk saudaranya yang telah lalu, dan selalu berusaha menghapus kebencian dari dalam jiwanya kepada saudaranya sesama muslim yang masih hidup.

Ya Allah! hapuskanlah kedengkian dan kesombongan dari jiwa jiwa kami kepada sesama ummat Islam, dan satukanlah barisan kami. amiin.

Ditulis oleh Ustadz : Dr Muhammad Arifin Badri
Diterbitkan pada : 30 okt 2021
Sumber : https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/443325810487488