Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Al-Imam asy-Syafi’i mengatakan,

يَا يُوْنُسُ إذَا كَانَ لَكَ صَدِيْقٌ فَشُدَّ يَدَيْكَ بِهِ وَمُفَارَقَتُهُ سَهْلٌ

“Wahai Yunus bin Abdul A’la, jika engkau memiliki teman akrab yang shalih gunakan kedua tanganmu untuk memeganginya erat-erat. Mendapatkan teman akrab yang shalih itu sulit sedangkan kehilangan teman akrab yang baik itu mudah sekali” [Hilyatul Auliya’ 9/121].

Ada dua ciri khas teman yang baik:

  • Mengingatkan kita jika ‘lupa’ untuk melakukan kebaikan.
  • Mendukung, memberi support dan tidak melemahkan semangat ketika kita ‘ingat’ untuk melakukan berbagai kebaikan.

Teman yang baik bukanlah teman yang membenarkan apapun perkataan dan perbuatan kita. Akan tetapi teman yang baik adalah teman yang berani menyampaikan perkataan yang benar dan jujur mengenai diri kita.

Jaga baik-baik persahabatan dengan teman-teman yang baik karena mendapatkan teman dan lingkungan yang baik itu bukanlah hal yang mudah.

Kiat penting mempertahankan teman-teman yang baik :

  • Mudah untuk mengakui kesalahan lalu meminta maaf.
  • Berdada lapang untuk menerima permintaan maaf.
  • Mengedepankan baik sangka dan banyak memberi pemakluman.
  • Ringan tangan untuk membantu dan menolong teman yang berada dalam kesusahan dan kesulitan.

Sulit mengakui kesalahan, berat untuk meminta maaf dan tidak mau menerima permintaan maaf adalah kiat mudah kehilangan teman.

Kehilangan teman dan lingkungan baik itu sangat mudah karena kita berinteraksi dengan manusia.

Sebaik apapun manusia, pasti mengecewakan, pernah bikin kita jengkel, kecewa dan marah.

Dengan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam pergaulan dan interaksi kita akan mudah memaklumi kekurangan pada diri orang lain.

Sebaik-baik teman adalah yang paling baik dengan teman. Demikian yang disampaikan oleh Nabi kita.

 

Ditulis Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Jumat, 6 November 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3541381979238075/?app=fbl