Suriah Banjir Darah, Mesir Pun Tak Mau Kalah

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Coba anda wisata kembali ke beranda berbagai tokoh di negeri ini, dari para politikus, para penceramah, apalagi ustadz-ustadz salafi. Banyak beranda mereka dihiasi oleh narasi, foto, dan video berbagai kejadian di negeri tersebut. Beramai-ramai membawa pesan peringatan dan ajakan mengambil ibrah agar negeri kita tak bernasib seperti mereka. Apakah itu nyinyir hanya karena waktu penyampaiannya bertepatan dengan terjadinya kejadian?

Tatkala gempa, atau gunung meletus, atau sunami melanda negri ini, mimbar masjid, halaman medsos dan tema pengajian, dipenuhi dengan ajakan untuk bermuhasabah, bertobat, dan mengajak umat Islam agar kembali ke jalan Allah, harapannya terhindar dari bencana yang sedang menimpa saudara-saudara kita. Apakah itu nyinyir hanya karena waktu penyampaiannya bertepatan dengan terjadinya kejadian?

Kawan! Bila anda membaca nasehat atau kata-kata bijak, biasakan untuk menerapkannya pada diri anda sendiri bukan malah mencarikan obyek sasaran dengan berkata: siapa nih yang dimaksud? seakan anda tidak dimaksudkan dari nasehat tersebut, karena anda menduga telah dipilih sebagai agen pemasaran nasehat bukan sebagai konsumen nasehat.

Nasehat itu disampaikan kepada semua yang membaca, dan mendengar, bukan berarti yang memberi nasehat orang suci dan juga bukan berarti pemberi nasehat sedang memilih anda untuk menjadi “pak pos ” yang bertugas mengirimkan “surat nasehat” kepada orang lain.

Kawan! Simak petuah sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berikut:

الشَّقِىُّ مَنْ شَقِىَ فِى بَطْنِ أُمِّهِ وَالسَّعِيدُ مَنْ وُعِظَ بِغَيْرِهِ.

Orang celaka itu telah ditulis akan celaka sejak ia masih berada dalam perut ibunya. Sedangkan orang yang berbahagia ialah orang yang pandai mendapat pelajaran dari orang lain (Muslim).

Kawan! Yuk, biasakan diri kita menerima nasehat, kritikan, dan saran dan jangan posisikan diri sebagai “pak pos pengantar nasehat” karena belum ada pembukaan lowongan pekerjaan “pos pengantar nasehat”.

 

 

Ditulis oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA

Diterbitkan pada tanggal 7 Januari 2022

Sumber : https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/432256021594467