Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Ada seorang ibu mengadu kepada saya putrinya yang murtad. Saat ditanya mengapa ia murtad?

Dia menjawab dia sudah tidak percaya kepada Allah karena ia pernah punya pengalaman buruk sama Allah.

Ya Rabb, pengalaman yang buruk mungkin karena doa-doanya tak didengar.

Sungguh benar yang Allah firmankan:

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

“Sesungguhnya manusia itu kepada Rabbnya benar-benar kanud.”

Al-Hasan Al-Bashri menafsirkan, “Kanud adalah orang banyak kufur yang suka menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat.” (Tafsir Thobari)

Itulah cara setan agar seorang hamba menjauh dari Rabbnya.

Diingatkan kepadanya tentang do’anya dahulu yang belum terkabul.

Diingatkan tentang keinginannya yang tak menjadi kenyataan.

Padahal jika Allah kabulkan bisa jadi itu mudharat untuk hidupnya.

Demikianlah bila seorang hamba yang ia pikirkan hanya kepentingan dan hak dirinya saja pasti ia akan terputus dari Allah.

Pikirkanlah hak Allah kepada kita, apakah kita telah melaksanakannya? Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba hamba-Nya yang beriman.

Namun keyakinan seringkali goyah.

Ditulis Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. حفظه الله تعالى

Diterbitkan Selasa, 2 Juni 2020

Link: https://web.facebook.com/UBCintaSunnah

Topics: