Siapakah Kamu (hingga Berani pada Ibumu)

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

IBU…

Kata yang ringkas. Namun tak terhingga panjang makna yang dikandungnya.

Makna kasih sayang,

Makna cinta,

Makna pengabdian,

Makna ketulusan,

Makna pengorbanan.

Semuanya berkumpul dalam satu kata, “IBU”.

IBU…

Ibarat mata air menganak sungai kehidupan.

Tak pernah kering.

Selalu membasahi.

Tak pernah meminta balasan.

Selalu memberi.

Memberi kehidupan dan kesuburan dari Allah

Pemberiannya, sepanjang hayat, tak berbatas, tak terbalas.

IBUMU,

Betapapun engkau berpeluh,

berdarah-darah,

demi membalas kebaikannya,

walau secuil. Tetap kau takkan mampu.

Dia sebab keberadaanmu di muka bumi.

Dia bertaruh hidupnya demi hidupmu.

IBUMU,

Dia berikan darahnya, kesehatannya,

demi hidupmu, demi kesehatanmu.

Hingga kau tumbuh besar,

Ototmu kekar,

Tulang belulangmu tegak,

Tiba-tiba kau jadi sombong,

Di saat usia senjanya,

Di saat dia semakin layu,

Di saat tulangnya mulai rapuh,

Di saat urat-urat tangannya mulai nampak seperti tulang berakar,

Tangan itu, yang dulu menyapihmu,

Tangan itu, yang dulu menyeka air matamu,

Tangan itu, yang dulu kotor demi bersihkan najismu,

Tangan itu, yang dulu menyuapimu.

Tangan itu, yang dulu memelukmu. Yang menyandarkan wajahmu saat menyusu, yang menyelimutimu saat dingin.

Tiba-tiba kau jadi angkuh di hadapannya.

Siapa kau, wahai makhluk kerdil yang hina, siapa kau dihadapan Yang Maha Perkasa, Allah robbul ‘izzati wal jalaal, yang justru memuliakan orang tuamu. Dia memerintahkan akhlak mulia pada orangtua, terlebih khusus seorang ibu.

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ

_”Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)….”_ -Sura Al-Ahqaf: 15.

Renungkanlah ayat ini, wahai anak yang durhaka. Allah perintahkan bakti pada orangtuamu, lalu Allah sebutkan Ibumu, ya ibumu, sebagai representasi penyebutan orangtua, padahal bapakmu, juga orangtua bagimu. Demikianlah pemuliaan Allah kepada seorang Ibu. Seolah tanpa ibu, tak ada orangtua bagimu. Karena Rasul berpesan:

Ibumu, Ibumu, Ibumu, lalu Bapakmu.

 

Ditulis Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Jum’at, 3 Juli 2020

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim