Sebuah Renungan Di Bulan Dzulhijjah

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat
Diantara rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah Allah melebihkan atau mengutamakan sebagian zaman atas sebagian yang lain. Allah memilih sebagian zaman sesuai kehendak dan hikmah-Nya.
Allah berfirman:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dan Rabmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)”. (QS. Al-Qashash: 68)
Pengutamaan ini berasal dari karunia dan kebaikan Allah agar membantu seorang muslim untuk memperbaruhi semangatnya (dalam beribadah), sebagai tambahan pahala, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Jika anda melihat kenyataan umumnya kaum muslimin anda akan dapati betapa bodohnya mereka tentang waktu-waktu yang utama. Di antara bukti yang paling kuat akan hal itu adalah kelalain mereka dalam memanfaatkannya sehingga mereka terhalang mendapatkan kebaikan.
Perkara yang perlu direnungkan juga adalah perbedaan yang jauh antara kondisi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah –sebagai hari-hari yang paling utama dari hari-hari dunia, Allah sangat senang hari-hari itu diisi dengan amlan-amalan shalih dibandingkan hari-hari lain– dengan kondisi kaum muslimin pada sepuluh hari tersebut. Pada umumnya mereka biasa-biasa saja, tidak termotivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Padahal sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama dibandingkan hari-hari Ramadhan, amalan shalih yang dilakukan padanya lebih utama dibandingkan amalan shalih yang dilakukan pada hari-hari yang lain, bahkan hari-hari Ramadhan. Namun semangat beribadah pada hari-hari ini lebih minim dibandingkan semangat beribadah pada bulan Ramadhan. Hanya kepada Allah kita memohon Taufik.
Status Ustadz Amir As-Soronji, Lc., M.Pd.I
diterbitkan pada 8 Juli 2021

https://www.facebook.com/UstadzAmirAsSoronji/posts/361547558718544