Dakwah dengan Sikap Lebih Dibutuhkan daripada Dakwah dengan Lisan

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

“Satu contoh akhlak dan adab yang baik bisa mengalahkan 1000 majelis ilmu tentang akhlak”
 
Terkadang ada saatnya dakwah dengan sikap lebih mengena dan lebih baik daripada dakwah dengan lisan. Bahkan dakwah dengan sikap bisa jadi merupakan dakwah yang paling tepat dan mengena. Sebagaimana nasehat dari ulama

Contoh seorang anak yang baru mengenal dakwah ahlus sunnah dan berusaha menerapkan sunnah seperti memelihara jenggot

Adalah dakwah yang bijak dan penuh hikmah jika ia menunjukkan perunahan sikap, akhlak, semangat yang lebih baik setelah mengenal dakwah ahlus sunnah. Ia menjadi lebih baik:

– Lebih berbakti kepada orang tua dan segera memenuhi panggilan orang tua
– Lebih semangat dan rajin dalam belajar karena ajaran Islam agar berilmu
Lebih baik adab dan akhlaknya kepada kepada orang tua dan keluarga
– Semakin rajin beribadah, shalat tepat waktu, rajin mengaji dan menghapal Al-Quran serta rajin mendoakan kedua orang tua dan sering mengingatkan mereka kepada akhirat
.
Sambil menunjukkan perubahan tersebut ia berusaha menasehati dan berdakwah kepada keluarga, orang tua, kakek, paman dan adik. Berdakwah dengan cara yang baik. Begitu juga dengan seseorang di kantor.
 
Ulama di zaman dahulu lebih diterima dan lebih berkah dakwahnya dengan akhlak yang mulia. Abu bakar bin Al-muthawwi’i berkata,
 
 “Aku berkali-kali mendatangi Abu Abdillah –yaitu imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu- selama 12 tahun, beliau sedang membacakan kitab Al-musnad kepada anak-anaknya. Saya tidaklah menulis satu hadits pun darinya tetapi HANYA ingin melihat kepada metode dan akhlaknya.” [Siyaru A’lamin Nubala’]

Status Ustadz Raehannul Bahraen
Diterbitkan 9 Juli 2020

https://www.facebook.com/photo?fbid=10214126353192450&set=a.1025363213961

Topics: