Prosesi Akad Pernikahan Tuh Mudah, Namun …

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Redaksi akadnya apakah harus sesuai dengan yang selama ini diucapkan atau didiktekan oleh pak penghulu?
Ya, dalam banyak literasi ilmu fiqih, akadnya harus tegas menyebutkan kaya nikah atau zawaj, dan redaksi qabul juga tegas.

Namun sering kali ada hal hal yang menjadikan proses akad terasa ribet, misalnya: wali dan mempelai mengucapkan redaksi akad dalam satu nafas, mempelai lelaki harus langsung menjawab ucapan wali secara langsung; tanpa berjeda walau hanya sesaat, tanpa terbatah batah walau secuil, dan lain lainnya.

Kadang, ucapan akadnya diulang 2 x atau 3 x.

Heeem, sebenarnya nggak gitu gitu amat juga sih… karena Islam tuh membuka dan memudahkan terjalinnya akad nikah, bukan mempersulit.

Semoga para nitizen jomblower segera berkobar semangatnya untuk menikah, agar dunia anda semua sekejap menjadi cerah nan indah setelah sekian lama suram nan remang remang.

Rasulullah shallallahu aaihi wa sallam saja bersabda seperti berikut ini:

حُبّبَ إِلَيَّ مِنْ دنياكُمُ النّساءُ والطيبُ وجُعِلَتْ قرةُ عينِي في الصّلاةِ

Di antara dunia kalian yang aku sukai adalah wanita dan wewangian, sedangkan kebahagiaan dan kegembiraan hatiku (qurrata ‘ain) ada pada sholat (sholat dijadikan penyenang dan penggembira hatiku).” An Nasai.

 

Ditulis oleh Ustadz : Dr Muhammad Arifin Badri
Diterbitkan pada : 31 okt 2021
Sumber : https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/443983840421685

Topics: