Problematika Kehidupan Pesantren

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Kasih sayang ibu, sepanjang masa, tiada yang kuasa menggantikannya.

Teduhnya wibawa sang ayah lebih teduh dibanding pohon beringin rimbun lengkap dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus.

Di saat anak-anak kita masih butuh kepada indahnya kasih sayang ibu,teduhnya perhatian ayah  namun demikian mereka harus jauh dari keduanya.Sempitnya asrama pesantren, padatnya kegiatan, katatnya peraturan dan kerasnya kehidupan pesantren.

Dalam pepatah arab dikatakan:

فاقد الشيء لا يعطيه

Orang yang tidak pernah memiliki/merasakan, maka ia tidak akan bisa memberikannya.

Mungkinkah kelak anak-anak tersebut ketika pada saatnya menjadi ibu atau ayah walau hafal Al-Qurán ilmunya luas, dan ibadahnya kuat tapi kurang mampu menyayangi karena semasa kecilnya mereka tidak atau minimal kurang maksimal mendapatkannya?

Silahkan didiskusikan, karena status ini baru sebatas kegalauan dan kekawatiran yang masih butuh didukung oleh penelitian.Semoga dari diskusi anda, saya mendapat banyak inspirasi untuk didiskusikan kembali dengan para pengelola pesantren.

 

Status Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri,MA

Diterbitkan pada : 10 Oktober 2019

link: https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/2460711910676634

Topics: