Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Abdullah bin Mubarak mengatakan,

مِنْ أَعْظَمِ الْمَصَائِبِ لِلرَّجُلِ أَنْ يَعْلَمَ مِنْ نَفْسِهِ تَقْصِيرًا، ثُمَّ لَا يُبَالِي، وَلَا يَحْزَنُ عَلَيْهِ

“Termasuk musibah paling besar adalah seorang yang tahu dan sadar bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan dalam berbagai hal namun dia tidak peduli dan tidak sedih karena kekurangannya tersebut” [Syu’abul Iman karya al-Baihaqi 2/271 nomor 867].

Sebagian orang berlindung dengan ungkapan “terimalah aku apa adanya”, ” demikianlah diriku” untuk merasa puas dengan keadaan dirinya dan tidak mau memperbaiki diri.

Musibah terbesar yang menimpa manusia adalah sadar kekurangan diri namun hati tidak tergerak untuk memperbaiki kualitas diri.

Sadar ibadahnya amburadul namun tidak ada keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Sadar bahwa banyak maksiat yang dilakukan namun tidak ada semangat untuk segera bertaubat.

Sadar bahwa diri ini miskin adab dan akhlak namun santai-santai saja.

Sadar bahwa diri ini sulit untuk senyum manis ketika berjumpa sesama muslim namun tidak ada keinginan untuk berlatih untuk tersenyum manis.

Tidak cukup dengan hanya menyadari bahwa diri ini memiliki banyak kekurangan, harus diiringi tekad membaja untuk terus melakukan perbaikan.

Dengan demikian kita akan terbebas dari musibah terbesar dalam kehidupan manusia.

 

Ditulis Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Sabtu, 26 Desember 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3676173812425557/?app=fbl