Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Al-Imam Asy-Syafi’i mengatakan,

أَظْلَمُ الظَّالِمِيْنَ لِنَفْسِهِ مَنْ تَوَاضَعَ لِمَنْ لَا يُكْرِمُهُ وَرَغِبَ فِيْ مَوَدَّةِ مَنْ لَا يَنْفَعُهُ وَقَبِلَ مَدْحَ مَنْ لَا يَعْرِفُهُ

“Orang yang paling zalim terhadap diri sendiri adalah orang yang rendah hati kepada orang yang tidak akan menghormatinya, sangat ingin disukai oleh orang yang tidak akan memberi manfaat kepadanya dan menerima sanjungan orang yang tidak mengenali dirinya dengan baik” [Ath-Thabaqat al-Kubro karya asy-Sya’rani 1/43].

Kezaliman itu ada tiga macam:

  • Kezaliman kepada hak Allah.
  • Kezaliman kepada sesama
  • Kezaliman terhadap diri sendiri.

Ada tiga bentuk kezaliman kepada diri sendiri yang paling jelek.

  • Bersikap merendah kepada orang yang tidak akan menghormatinya. Sikap yang tepat adalah bersikap biasa saja kepada orang semisal ini, tidak perlu bersusah payah bersikap merendah.
  • Bersusah payah menarik simpati orang yang tidak akan memberi manfaat kepadanya. Memikirkan orang yang tidak akan memikirkan kita dan peduli kepada orang yang tidak peduli kepada kita adalah sebuah penderitaan.
  • Menerima pujian orang yang tidak mengetahui hakikat diri kita. Yang paling tahu hakikat diri kita yang penuh kekurangan adalah kita sendiri. Banyak orang memuji kita karena Allah tutupi kekurangan- kekurangan kita sehingga mereka tidak tahu kondisi kita yang sebenarnya.

Jika kita mengetahui baik keadaan diri kita yang sebenarnya, tidak akan ada pujian orang yang akan kita terima. Realita diri kita tidaklah seindah pujian orang-orang tersebut.

Realita diri kita itu terlihat ketika kita sendirian.

 

Ditulis Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Sabtu, 7 November 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3545483672161239/?app=fbl