Jangan sampai Tertipu Dua Kali

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِن جُحْرٍ واحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Seorang Mukmin tidak boleh disengat di lubang sama dua kali” (HR. Bukhari no. 6133, Muslim no. 2998).

Faedah hadits:

  1. Seorang Muslim hendaknya jangan sampai tertipu dua kali. Al Qadhi Iyadh mengatakan:

المؤمن الممدوح وهو الكيس الحازم الذي لا يستغفل فيخدع مرة بعد أخرى

“Seorang Mukmin yang terpuji adalah Mukmin yang cerdas dan tegas, ia tidak ceroboh, sehingga tertipu kedua kalinya” (Ikmalul Mu’lim, 8/547).

  1. Seorang Muslim hendaknya tidak jatuh pada dosa yang sama lagi. Al Qadhi Iyadh mengatakan:

وقيل إن المراد الخداع في أمور الآخرة

“Sebagian ulama mengatakan, maksud dari ‘tertipu’ di sini adalah dalam urusan akhirat” (Ikmalul Mu’lim, 8/547).

Artinya, jangan sampai tertipu oleh setan dan hawa nafsu, untuk kedua kalinya, sehingga jatuh pada maksiat yang sama.

  1. Seorang Muslim yang baik waspada terhadap bahaya dan belajar dari pengalaman. Dalam Fathul Mun’im (10/610) disebutkan:

وفيه حث المؤمن على اتخاذ الحذر من الضرر والاستفادة من التجارب

“Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa seorang Mukmin itu hendaknya waspada terhadap bahaya, dan bisa mengambil pelajaran dari pengalaman”.

  1. Mukmin yang cerdas akalnya, memiliki keutamaan tersendiri
  2. Bolehnya su’uzhan kepada orang yang pernah menipu atau menzalimi kita. Syaikh Ibnu Baz menjelaskan:

إذا كان زيد خدعه مرة فليحذره حتى لا يخدعه مرة أخرى، وإذا كان عمرو ظلمه في المعاملة فليحذر أن يخدعه في معاملة أخرى وهكذا

“Contohnya, jika Zaid pernah menipunya satu kali, maka waspada terhadap si Zaid agar tidak tertipu olehnya dua kali. Jika si Amr pernah melakukan kezaliman kepadanya satu kali dalam suatu muamalah, maka waspada kepada si Amr agar ia tidak melakukan kezaliman lagi kedua kalinya, dan seterusnya” (Mauqi’ Ibn Baz).

Wallahu a’lam.

 

Status Ustadz Yulian Purnama حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Rabu, 28 Oktober 2020

Link: https://web.facebook.com/yulian.purnama

Topics: