Iri kepada Orang yang Berilmu (dalam Masalah Agama)

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا حسدَ إلا في اثنتين : رجلٌ آتاه اللهُ مالًا؛ فسلَّطَ على هَلَكَتِه في الحقِّ ، ورجلٌ آتاه اللهُ الحكمةَ؛ فهو يَقضي بها ويُعلمُها

“tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudian ia habiskan harta tersebut di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia memutuskan perkara dengan ilmu tersebut dan juga mengajarkannya” (HR. Al Bukhari no.73, Muslim no.816).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah: “Hasad yang dimaksud di sini adalah ghibthah. Maksudnya, tidak boleh berangan-angan untuk mendapatkan sesuatu yang ada pada orang lain, kecuali pada dua orang. Yang pertama, orang yang Allah berikan harta, kemudian ia habiskan harta tersebut di jalan yang haq, dan ia muamalahkan dalam kebenaran serta kebaikan terhadap manusia. Ini adalah ghibthah terhadap kebaikan. Yang kedua, orang yang diberikan oleh Allah berupa hikmah (ilmu) dan ia memutuskan perkara dengan ilmu tersebut dan juga mengajarkannya. Ini juga ghibthah” (Mauqi’ Ibnu Baz, https://bit.ly/2KgZazQ).

 

Status Ustadz Yulian Purnama حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Minggu, 29 November 2020

Link: https://web.facebook.com/yulian.purnama