Haramnya Memberontak kepada Penguasa Muslim

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Banyak ikhwah bertanya tentang artikel bahwa tidak semua yang khuruj kepada penguasa itu disebut khowarij.

Saya jawab: Memang betul akan tetapi itu bukan artinya boleh melakukan khuruj/memberontak kepada penguasa muslim, karena:

pertama: para ulama telah bersepakat haramnya memberontak kepada penguasa muslim.

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata:

“Para fuqoha telah bersepakat wajibnya menaati penguasa yang menang.

Dan, bahwa menaatinya lebih baik dari pada melawannya.

Karena itu lebih menahan tertumpahnya darah dan fitnah.”

[Fathul Baari (13/7)]

Kedua: Perbuatan sebagian salaf yang jatuh kepada perbuatan itu karena kesalahan dalam ijtihad. Bukan karena mengikuti hawa nafsu.

Dalam manhaj ahlussunnah dibedakan antara orang yang jatuh ke dalam kesalahan karena ia telah berijtihad dan ia ahlinya untuk berijtihad dengan orang yang jatuh dalam kesalahan karena mengikuti hawa nafsu.

Adapun yang ahlinya untuk berijtihad dan ternyata salah maka ia mendapat satu pahala namun tidak boleh diikuti.

Sedangkan pengikut hawa nafsu itulah yang dihukumi sebagai khowarij dan ahli bid’ah.

wallahu a’lam

 

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. حفظه الله تعالى

Diterbitkan Sabtu, 22 Juni 2019

Link: https://www.facebook.com/UBCintaSunnah/posts/1161018680758241