Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan,

 

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki wc, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)
(HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375).

 

FAIDAH HADITS

Diantara faidah yang bisa kita ambil dari hadits adalah :

  1. Pertama:

Hadits ini menetapkan bahwa setan itu ada, menurut Al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ serta kenyataan yang ada. setan adalah musuh bagi Adam alaihissalam dan juga musuh bagi keturunannya.

Allah ta’ala berfirman:

وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ

“Dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain’,”. (Surat Al-Baqarah (2) ayat 36)

 

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوا۟ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُوا۟ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Surat Fathir (35) ayat 6)

 

Syaitan membisikkan hal-hal yang buruk dan keinginan yang buruk pada hati seseorang sampa ia membuat ragu manusia tentang adanya Allah, ragu tentang hari kiamat, membuat ragu tentang hari kebangkitan dan membuat ragu tentang ibadah serta faidah dari ibadah.

Bahkan syaitan menggoda manusia dengan godaan yang sangat keji, sampai bisa memisahkan seorang suami dari istrinya, dan gangguan syaitan itu diantaranya adalah syaitan itu bisa membuat manusia kesurupan sampai kepada gila, itulah beberapa godaan dan gangguan syaitan.

 

Pengaruh setan pada manusia adalah nyata ini sesuai dengan apa yang diyakini oleh Ahlussunnah wal jama’ah, menyelisihi keyakinan atau pemahaman mu’tazilah yang tidak percaya dengan hal ini.

Gangguan setan punya pengaruh dari sisi indrawi, akal dan pikiran manusia, oleh karena itu nabi ﷺ sebelum masuk toilet atau WC, Nabi ﷺ berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan.

 

2. Kedua:

Hadits ini mengisyaratkan bahwa toilet atau WC adalah tempatnya syaitan. Karena toilet atau wc adalah tempat yang najis.
Begitu juga dengan syaitan adalah makhluk yang buruk dan najis yang selalu memerintahkan untuk berbuat keburukan, kemungkaran, kekafiran, kesyirikan yang selalu memerintahkan seluruh perbuatan yang najis. Dan ini merupakan hikmah Allah bahwa jiwa yang buruk akan condong kepada tempat yang buruk jiwa yang baik akan condong kepada tempat yang baik,

 

Dalam sebuah hadits:

 

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi ﷺ, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

1️⃣ Imam yang adil
2️⃣ seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh
3️⃣ seorang yang hatinya bergantung ke masjid,
4️⃣ Dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,
5️⃣ Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’
6️⃣ Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, dan
7️⃣ Seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
(HR. Bukhari. 660 dan Muslim.1031)

 

Perhatikan hadits diatas, golongan yang ke tiga seseorang yang hatinya baik selalu terikat atau selalu rindu dengan tempat yang baik. Hatinya selalu rindu, karena dia tahu bahwa Masjid adalah tempat yang baik.

Allah juga berfirman:

 

ٱلْخَبِيثَـٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (Surah An-Nur (24) ayat 26)

 

Pada ayat diatas ada hikmah dari Allah subhanahu wa ta’ala bahwa orang yang baik akan condong kepada kebaikan dan orang yang buruk akan condong kepada keburukan.

(lihat pembahasannya secara lengkap pada 📖Syarah Umdatil Ahkam, Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah: (1/136-146 ).

Wallahu A’lam.

 

Status Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc

30 September 2020

 

Link : https://www.facebook.com/abuyalakurnaedicom/posts/1045258532644543?__tn__=K-R