Bolehkah Mengantarkan Wanita yang Tersesat?

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Faedah: boleh mengantarkan wanita yang tersesat, meski kita terpaksa harus sendiri dengannya tanpa mahram.

Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan:

“Dikecualikan dari ini semua; keadaan-keadaan darurat, seperti jika seseorang (pria) mendapati seorang wanita yang bukan mahramnya tersesat atau semisalnya; maka dibolehkan baginya membawanya, bahkan hal itu menjadi keharusan baginya jika dia mengkhawatirkan keadaan wanitanya.

Tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, dan dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam kisah itu (yakni kisah yang menjadikan Aisyah radhiyallahu ‘anha dituduh zina), wallohu a’lam.

[Syarah Shahih Muslim 9/109].

Tentunya, hal ini tidak dalam semua keadaan, misalnya apabila kita mendapati seorang wanita tersesat di tengah jalan, namun bila kita tolong; kita khawatir kepada diri kita terjatuh dalam perbuatan zina, maka kita harus meninggalkannya untuk menyelamatkan diri dari neraka.

Begitu pula bila kita merasa bahwa wanita itu hanyalah jebakan untuk mencelakai kita, atau memfitnah kita, maka tentunya kita harus menjauhkan diri darinya dan menyelamatkan diri kita, wallohu a’lam.

 

Ditulis Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Minggu, 18 September 2016

Link: httapis://www.facebook.com/addariny.abuabdillah