Bisa Berpahala Bisa Berdosa

*Ibnu Taimiyah* mengatakan,

وَمَنْ لَبِسَ جَمِيْلَ الثِّيَابِ إِظْهَارًا لِنِعْمَةِ اللَّهِ وَاسْتِعَانَةً عَلَى طَاعَةِ اللَّهِ كَانَ مَأْجُوْرًا وَمَنْ لَبِسَهُ فَخْرًا وَخُيَلَاءَ كَانَ آثِمًا

*Siapa yang memakai pakaian bagus dalam rangka menampakkan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan sebagai sarana untuk taat kepada Allah akan mendapatkan pahala. Sebaliknya orang yang memakai pakaian bagus karena maksud berbangga-bangga dan menyombongkan diri akan mendapatkan dosa* [Majmu’ Fatawa 22/139].

Suatu perbuatan yang pada dasarnya bernilai mubah itu bisa berbuah pahala manakala dilakukan dengan niat yang baik. Sebaliknya jika dilakukan dengan niat yang keliru berbuah dosa.

Orang yang Allah beri limpahan harta dianjurkan untuk menampakkan nikmat tersebut dengan memakai pakaian yang bagus, kendaraan yang nyaman dan lain-lain.

Memakai pakaian bagus dengan niat semisal ini adalah hal yang berpahala di sisi Allah.

Demikian pula memakai pakaian bagus dengan niat melakukan ketaatan kepada Allah semisal melaksanakan kewajiban menutup aurat.

Sebaliknya orang yang memakai pakaian bagus, jam tangan bagus dll karena motivasi ujub/kagum dengan kekayaan yang dimiliki atau untuk merendahkan orang lain adalah hal yang bernilai dosa.

 

Status Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Senin, 26 Oktober 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3510092762366997/?app=fbl