Berkumpul Doa Bersama Saat Wabah Melanda

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Sekarang ini banyak sekali himbauan untuk melakukan ritual ibadah do’a bersama-sama dengan jumlah yg banyak untuk tolak bala’wabah covid -19 dengan analogi seperti sholat istisqo’ (minta hujan) yang jelas disyari’atkan dalam Islam. Namun, apakah hal ini dibenarkan?

Sesungguhnya sekedar niat yang baik saja tidak cukup untuk mensyariatkan sesuatu amalan ibadah,  apalagi perkumpulan banyak orang merupakan salah satu faktor terbesar penularan wabah sebagaimana dikatakan para ahli medis,  sehingga sekarang banyak anjuran dari pemerintah untuk banyak belajar,  bekerja dan ibadah di rumah.
Jadi,  kumpul-kumpul tersebut sudah tidak ada syariatnya dalam agama, juga  berbahaya menularkan wabah .

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolani  mengatakan:

“Pada asalnya, do’a untuk menghilangkan wabah tidaklah terlarang. Namun, berkumpul untuk berdo’a bersama seperti pada sholat istisqo’ maka ini termasuk bid’ah (perkara baru) dalam agama.

Pada zaman sekarang, wabah tho’un pertama kali muncul di Kairo pada 27 Rabi’ul Akhir tahun 833 H, korban yang meninggal tidak lebih dari empat puluh orang. Kemudian mereka keluar ke tanah lapang pada 4 Jumadil Ula setelah dianjurkan untuk puasa seperti dalam istisqo’, mereka berkumpul dan berdo’a bersama lalu pulang. Belum selesai bulan Jumadil Ula, ternyata justru korban semakin banyak sehingga setiap hari korban yang mati lebih dari seribu.
Seandainya hal itu disyari’atkan, tentu tidaklah samar bagi salaf dan bagi para ulama sepanjang zaman, sedangkan tidak dinukil dari mereka hadits atau atsar satu pun.” (Badzlul Ma’un (328–330) secara ringkas)

Al-Hafizh as-Suyuthi juga menguatkan tidak bolehnya. Kata beliau, “Hal itu tidak ada dalilnya yang shohih dari Nabi.”

Lanjutnya lagi, “Bencana seperti itu terjadi pada masa Imam Huda Umar bin Khoththob, sedangkan para sahabat saat itu masih banyak, namun tidak dinukil dari seorang pun dari mereka yang melakukan ritual (do’a bersama) tersebut.” (Maa Rowahu Wa’un Fi Akhbari Tho’un (hlm. 167). Dan lihat masalah ini secara luas dan detail dalam risalah Hukmu Tada’ili Fi’li Tho’ath fi Nawazil wa Syada’id al-Mulimmat kar. Syaikhuna Masyhur bin Hasan Alu Salman).

Jadi,  tinggalkan perkumpulan2 saat wabah menjalar,  cukup di rumah banyak ibadah,  banyak doa sendiri2, banyak taubat,  jangan sampai kita malah melakukan bidah dan perkumpulan massa sehingga malah menimbulkan  madharat bagi yang lain nya.

 

Status Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi حفظه الله تعالى

Diterbitkan 22 Maret

Link : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=789825741421075&id=100011809698436

Topics: