Beda katak dalam tempurung dari katak dialam bebas

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Katak dalam tempurung tuh merasa lebih aman karena tempurung tuh keras, para pemangsa sulit untuk meneriamnya, sedang katak di alam bebas tuh berbahaya.

Karena itu, katak dalam tempurung akan selalu menyarankan kepada semua katak agar segera masuk ke dalam tempurung.

Katak dalam tempurung tidak sadar bila ia diciptakan untuk melengkapi dunia, bagian dari mata rantai ekosistem di alam ini.

Ancaman pasti ada, tapi bila semua katak telah pobia, semua masuk dalam tempurung, maka rusaklah mata rantai ekosistem di alam ini.

Katak harus sadar bahwa ia bisa saja dimangsa namun juga mampu untuk memangsa.

Bila semua katak masuk dalam tempurung maka ia bisa saja selamat dari pemangsa namun ia bisa saja binasa karena kehilangan mangsa, sehingga akhirnya katak memangsa sesama katak, kan ndak lucu ya, katak kok makan katak.

Katak yang cerdas adalah yang selalu waspada sehingga ia tidak dimangsa makhluq lain, dia tahu bahwa dalam kondisi genting ia harus masuk tempurung, namun ia harus lebih sering keluar untuk hidup di alam bebas sehingga ia bisa berkembang biak mengukir masa depan yang cerah untuk anak cucunya.

Sedangkan katak yang memilih untuk hidup di alam yang sempit; tempurung sehingga masa depannya hanya seluas tempurung, bisa saja ia selamat dari pemangsa, namun masa depan anak cucunya hanya seluas tempurungnya.

Waspada tentu berbeda dengan pobia, waspada juga tidak layak dijadikan alasan untuk tidak berkarya dan berusaha demi mengukir sukses di masa depan dan untuk generasi penerus anda.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

المؤمنُ الذي يخالطُ الناسَ ويَصبرُ على أذاهم خيرٌ منَ الذي لا يُخالطُ الناسَ ولا يصبرُ على أذاهمْ

“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (Ahmad, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad & At Tirmidzi)

Semoga mencerahkan.

 

Statatus Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى 

Diterbitkan 10 Juni 2020

Link: https://www.facebook.com

Topics: