Apa Bisaku Untuk Dakwah

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Imam Syafii berkata:

وأختار للإمام والمأموم أن يذكر الله بعد الانصراف من الصلاة ، ويخفيان الذكر إلا أن يكون إماماً يحب أن يُتعلم منه فيجهر حتى يرى أنه قد تُعلم منه ، ثم يسر ؛ فإن الله عز وجل يقول ( ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها ) يعنى – والله تعالى أعلم – : الدعاء ، ( ولا تجهر ) ترفع ، ( ولا تخافت ) حتى لا تُسمع نفسك .

Aku berpendapat bahwa para imam dan makmum dianjurkan untuk berdzikir seusai dari shalat berjamaah, dan keduanya melirihkan bacaan dzikir mereka, kecuali bagi imam yang hendak mengajari/memberi contoh, maka ia boleh mengeraskan suaranya, hingga dirasa sudah cukup memberi contoh, maka ia kembali melirihkan suaranya. Karena Allah Azza wa Jalla berfirman:

( ولا تجهر بصلاتك ولا تخافت بها )

 

“Janganlah engkau mengeraskan bacaan shalatmu (dzikir), dan jangan pula terlalu melirihkan”. dan wallahu a’alam yang dimaksud dengan kata “shalat” di sini ialah bacaan doamu.

Dan maksud dari kata: “Janganlah engkau mengeraskan bacaan shalatmu” adalah mengeraskan suara.

Dan yang dimaksud dengan kata : “jangan pula terlalu melirihkan” ialah sampai engkau sendiri tidak dapat mendengar suaramu sendiri”.

Imam An Nawawi dalam syarah shahih juga Imam Muslim menukilkan dari Imam Ibnu Batthal bahwa para imam dan juga pengikut mereka bersepakat bahwa tidak disunnahkan untuk mengeraskan bacaan dzikir dan takbir.

Mana referensi dari dua nukilan di atas?

He he he, para penganut mazhab Syafii, pasti sudah sering membaca syarah Imam Muslim oleh Imam An Nawawi, jadi tidak perlu saya ulang lagi.

La kalau ada yang berkata: selama ini para imam juga mengeraskan dalam rangka memberi contoh/mengajari, maka diajari itu harusnya segera pandai, namun bila diajari terus seumur hidup namun terus merasa ndak bisa, atau gurunya merasa bahwa muridnya tetap saja tidak bisa, maka itu gimana gitu.

Semoga menyegarkan pagi anda, dan semoga tidak ada yang ebrkata : ternyata Imam Syafii juga sudah terpengaruh dengan “aliran wahabi”.

 

 

Status Ustadz.DR.Muhammad Arifin Badri.MA

Diterbitkan 1 Feb 2020

Link https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/2703639073050582

 

Topics: