Belajar Dari Kakek

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Aku bertanya kepada kakekku:

لمـاذا لا تنـتقــم ممـن يسيئـون إليـك؟

Kenapa Anda tidak membalas orang yang berbuat buruk kepada Anda?

 

Beliau pun menjawab sembari tertawa:

وهـل مـن الحكمـة أن أعـضّ كلـبا عضّـني

Apakah hikmah jika saya menggigit balik anjing yang menggigitku?

___________
📝 Kutipan :

Senada dengan hal ini adalah apa yang diutarakan oleh al-Imam asy-Syafi’i dalam Diwan-nya:

يخاطبني السفيه بكل قبح ..
فأكره أن أكون له مجيبا
يزيد سفاهة فأزيد حلما ..
كعود زاده الاحتراق طيبا

Orang pandir menyebutku dengan segala kejelekan.
Dan aku tak suka menanggapi orang pandir.
Biarlah ia kian bertambah pandir, akupun makin lembut.
Bagai gaharu, makin terbakar makin harum aromanya.

إذا نطق السفيه فلا تجبه .
فخير من إجابته السكوت
فإن كلمته فرجت عنه .
وإن خليته كمدا يموت

Jika orang pandir bicara, tak usah menjawabnya.
Karena jawaban terbaik untuknya adalah diam.
Menjawab orang pandir akan membuatnya lebih ngawur.
Sedang jika kau biarkan, maka ia akan jengkel dan mati sendiri.

 

قالوا سكت وقد خوصمت قلت لهم . إن الجواب لباب الشر مفتاح. والصمت عن جاهل أو أحمق شرف . وفيه أيضا لصون العرض إصلاح.

Mereka pada bertanya, “Kenapa kau diam padahal kau telah dicela?” Maka kukatakan:
“Sungguh menjawab (orang pandir), itu akan membuka pintu keburukan. Mendiamkan orang pandir lagi bodoh, itu kemuliaan. Dan dalam sikap diam ini juga akan lebih menjaga kehormatan.”

 

أما ترى الأسْد تُخشى وهي صامته؟
والكلب يـُخسَا لعمري وهو نباح

Tidakkah kamu perhatikan jika singa itu ditakuti meski dia diam?

Sedangkan anjing itu tidak ada apa-apanya walau dia menyalak?

 

@abinyasalma

 

 

Status Ustadz Abu Salma Muhammad

Diterbitkan pada tanggal 8 April 2021

 

https://www.facebook.com/wasathiyah/posts/3915858115177102?__tn__=-R