Ikrimah : Korban Tuduhan Tanpa Bukti

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Ikrimah, budak sahabat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu, korban tuduhan tanpa bukti yang valid.

Ulama’ sebesar beliau saja tidak selamat dari tuduhan tanpa dasar.

Usut punya usut tuduhan kejam itu hanya bermodakan “adanya kesamaan dalam sebagian pendapat” tanpa peduli dengan perbedaan latar belakang ataupun alasan/dalil beliau.

 

Imam Ibnu Abi Hatim berkata: aku bertanya kepada ayahku perihal ‘Ikrimah, maka beliau menjawab: Ia adalah perawi yang tsiqah (kredibel).

Kembali aku bertanya: Apakah riwayat haditsnya dapat dijadikan hujjah (diterima)?

 

Ayahku menjawab: ya, bila perawi yang meriwayatkan darinya adalah orang orang yang kredibel (tsiqah) pula. Kritikan (Imam) Malik kepadanya hanya perihal tuduhan yang dialamatkan kepadanya (bahwa ia berpaham khawarij) padahal tuduhan itu tidak dapat dibuktikan secara meyakinkan bahwa ia benar benar meyakini paham mereka tersebut. Yang terjadi hanyalah sebagian pendapat beliau dalam beberapa masalah serupa dengan paham mereka. Hanya karena itu kemudian beliau dituduh sebagai penganut paham khawarij.

 

Imam Ibnu Hajar kemudian menambahkan keterangan dengan berkata: Imam Ahmad dan Imam Al ‘Ijly telah mengkajid an memastikan bahwa beliau bebas dari paham khawarij, sehingga Imam Al ‘Ijly dalam bukunya “As Tsiqaat, berkata perihal beliau : Ikrimah budak sahabat Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma seorang ulama’ yang menetap di kota Makkah, tsiqah (hafalannya kuat) dan terbebas dari tuduhan berpaham Haruriyah (khawarij) yang oleh sebagian orang dialamatkan kepadanya.

 

Imam Ibnu Jarir berkata: Andai semua orang yang dituduh sebagai penganut suatu paham sesat, serta merta dianggap tuduhan itu valid (benar) hanya karena adanya tuduhan, dan kemudian kredibilitasnya dianggap gugur dan semua persaksiannya ditolak, niscaya sikap ini menyebabkan kita harus meninggalkan mayoritas ahli hadits di berbagai penjuru dunia, karena tidak seorangpun dari mereka melainkan ada saja oknum yang menuduhnya dengan suatu tuduhan negatif agar ia dijauhi . (Muqaddimah Fathu Al Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqlani 428)

 

Jadi, waspada, tabayyun dan kritis itulah sikap yang seharusnya dilakukan, menyikapi berbagai tuduhan yang disematkan oleh sebagian oknum kepada sebagian ahli ilmu. Ingat penuduh akan mempertanggung jawabkan tuduhannya, dan anda juga akan mempertanggung jawabkan sikap anda, yaitu di akhirat kelak.

Piye jal? Kudu tansah eling lan waspodo lur.(Gimana coba? harus selalu ingat dan waspada, sob)

 

 

Status oleh : Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri, MA

Diterbitkan pada : 23 Agustus 2019

 

Link :  https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=2371646016249891&id=405218379559341