Satu Sembelihan, 2 Ibadah: Qurban Sekalian Aqiqah (Ringkasan Madzhab Fuqoha)

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Dalam hal ini, ada 2 pendapat:

Pertama: Qurban dan aqiqah tidak bisa digabung. Alias tidak sah satu sembelihan sekaligus diniatkan untuk qurban dan aqiqah. Ini pendapat Malikiyyah, Syafi’iyyah, dan salah satu pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad.

Alasan mereka; Masing-masing adalah ibadah terpisah, punya sebab dan maksud tersendiri (مقصود لذاتها).

Kedua: keduanya bisa digabung, qurban sekaligus diniatkan untuk aqiqah, atau sebaliknya. Ini pendapat Hanafiyyah, dan salah satu pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad. Ini juga pendapat beberapa Imam, yaitu; al-Hasan al-Bashri, Muhammad bin Siirin, dan Qatadah -rahimallaahul jamii’an-.

Alasan mereka; sebab dan maksud kedua ibadah ini sama, yaitu; sebagai taqarrub kepada Allah dengan mengalirkan darah kurban.

Di antara ulama kontemporer yang mengambil pendapat kedua ini adalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam kumpulan fatwanya (6/159).

Mana pendapat yang lebih kuat? Wallahua’lam, saya pribadi lebih condong pada pendapat pertama. Apalagi jika mampu dari sisi biaya. Namun jika anda lebih memilih pendapat yang kedua, maka itu sah-sah saja. Tak ada celaan. Toh, anda punya Salaf dalam masalah ini.

Pembahasan lengkapnya, bisa dibaca di sini (bahasa Arab):

حكم الجمع بين الأضحية والعقيقة في ذبيحة واحدة

 

Status Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Senin, 25 Juni 2020

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim