Paranormal VS Orang Shalih

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Siapa yang mendatangi dukun (atau orang yang dianggap tahu hal-hal ghaib), lantas ia bertanya (hanya sekedar bertanya) kepadanya tentang sesuatu, maka selama 40 malam shalat orang tersebut tidak diterima”. – HR. Muslim: 2230.

Itu baru sekedar bertanya sekalipun tidak mempercayai apa yang dikatakan si dukun atau paranormal tersebut.

Nah, adapun jika ia mempercayainya, maka dalam hadits lain Nabi ﷺ bersabda:

( مَنْ أَتَى كَاهِنًا، أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ) وصححه الألباني في “صحيح الجامع” (5939) .

“Barangsiapa mendatangi paranormal atau dukun, lantas ia mempercayai ucapannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap (Islam) yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ”. – lih. Shahiih al-Jaami’: 5939.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah (wafat: 676-H) menjelaskan:

” قال العلماء : إنما نهي عن إتيان الكهان لأنهم يتكلمون في مُغَيَّبات قد يصادف بعضها الإصابة ، فيخاف الفتنة على الإنسان بسبب ذلك ، لأنهم يلبسون على الناس كثيراً من أمر الشرائع ، وقد تظاهرت الأحاديث الصحيحة بالنهي عن إتيان الكهان وتصديقهم ” – “شرح النووي” (5/22) .

“Para ulama mengatakan; mendatangi paranormal itu dilarang karena mereka bicara hal-hal yang ghaib (padahal hanya Allah saja yang tahu perkara ghaib). Boleh jadi, apa yang dibicarakan oleh paranormal itu kebetulan benar terjadi. Sehingga dikuatirkan manusia termakan tipuan si paranormal (terutama tertipu dalam masalah aqidah). Karena paranormal sering kali menyamarkan pada orang-orang urusan syari’at (seolah-olah ramalannya bersumber dari yang Haq, bukan syaithan). Padahal sungguh hadits-hadits yang shahih, banyak sekali melarang untuk mendatangi paranormal dan mempercayai mereka.”

Catatan Tambahan:

Hanya Allah Ta’ala yang tahu tentang semua perkara ghaib, termasuk apa yang terjadi di masa depan. Mempercayai ada makhluk yang tahu masa depan, sama saja dengan menempatkan makhluk tersebut ke level Tuhan.

Rasul bisa tahu beberapa perkara ghaib -dan itu tidak semua-, karena diberitahu oleh Allah Ta’ala melalui wahyu. Al-Quran menegaskan:

عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦٓ أَحَدًا • إِلَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٖ فَإِنَّهُۥ يَسۡلُكُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ رَصَدٗا

Dia (Allah) Mengetahui yang ghaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu • Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, dan sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya (sehingga berita ghaib itu tidak dilihat oleh selain Rasul – Tafsiir Muyassar). -QS. Al-Jinn: 26-27.

Percaya bahwa orang lain selain Nabi bisa menerima kabar dari Allah tentang yang ghaib, sama saja dengan menempatkan orang tersebut ke level Nabi penerima wahyu, diakui maupun tidak. Dan orang yang mengaku demikian, diakui atau tidak, sudah menyamakan dirinya dengan Nabi.

Untuk itu, jangan tertipu dengan orang yang mengaku tahu masa depan, tahu barang hilang atau bisa baca nasib orang, sekalipun dia bersorban -apalagi- bertasbih. Karena dukun dan paranormal sejak awal adalah penipu. Penipu ulung. Lha wong, suhunya iblis..!! Ya nggak..?! Dukun dan paranormal jago ilmu “marketing” juga. Mereka tahu casing itu menentukan. Tampang mereka sering mirip Kyiai, Tuan Guru, atau Ustadz, namun suka bicara hal ghaib dan klenik. Mereka pun bersorban, berjubah putih, dan bertasbih, plus berjenggot pula. Semuanya untuk melariskan tipuan mereka.

Adapun mimpi orang-orang shalih yang berpegang teguh pada sunnah, selama mimpinya tidak bertentangan dengan syari’at, tidak disikapi dengan sikap yang menyelisihi syari’at, dan tidak dijadikan sebagai standar atau pijakan untuk membuat-buat hal baru dalam agama, maka mimpi tersebut boleh jadi adalah kabar gembira dari Allah untuk hamba-hamba-Nya Ahlussunnah yang shalih. Namun tetap perlu waspada, karena boleh jadi itu dari syaithan, sebagai jebakan agar orang shalih tersebut jatuh dalam ‘ujub dan bangga diri.

Wallahua’lam

 

Status Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Kamis, 28 Juni 2020

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim