Keutamaan Mandi untuk Sholat Jum’at

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Untuk meraih fadhilah sebagaimana dalam hadits ini:

من غسَّلَ يومَ الجمعةِ واغتسلَ ثمَّ بَكَّرَ وابتَكرَ ومشى ولم يرْكب ودنا منَ الإمامِ فاستمعَ ولم يلغُ كانَ لَهُ بِكلِّ خطوةٍ عملُ سنةٍ أجرُ صيامِها وقيامِها

“Siapa yang memandikan di hari Jum’at dan mandi, kemudian datang dini -ke masjid-, berjalan kaki dan tidak berkendaraan, lalu mengambil posisi dekat dengan imam, kemudian mendengarkan -khutbah- tanpa berbuat yang sia-sia, maka baginya pahala puasa dan shalat malam selama setahun untuk setiap langkahnya (saat pergi & pulang)” [Shahiih Abi Dawud: 345]

tidak harus Jima’ dulu. Karena hadits tersebut konteksnya umum, tidak hanya bagi yang memiliki istri saja. Berlaku juga buat para duda dan anak muda yang belum menikah.

Intinya, mandi hari Jum’at itu harus lebih jika dibanding dengan mandi di hari yang lain, dari sisi perhatian kepada kebersihan jasmani.

Satu lagi, tidak ada hadits fadhilah -yang shahih- yang melebihi pahala pada hadits fadhilah di atas.

Demikian penjelasan Faqiih asy-Syaam al-‘Allaamah Masyhuur Hasan Salmaan -hafizhahullaah-.

Sumber: https://www.facebook.com/mashhoor2011/videos/450123846180851/

 

Status Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Ahad, 16 Februari 2021

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim

 

Topics: