Kaedah-kaedah Al-Quran untuk Jiwa & Kehidupan

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

DIRI, LEBIH TAHU TENTANG DIRI
Allah Ta’ala berfirman:

بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ • وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ

“Bahkan manusia adalah saksi atas dirinya sendiri • Meskipun dia mengemukakan alasan-alasan (pembenaran)”. [al-Qiyamah: 14-15]
Aplikasi ayat ini dalam kehidupan:
1. Saat seseorang tahu persis mana yang benar. Namun hawa nafsunya condong ingin yang batil. Dia mengemukakan banyak          alasan. Apa manfaatnya? Dirinya tahu itu salah.
2. Sudah seharusnya, seseorang sibuk meratapi aib dirinya, berupaya menghapusnya. Tidak sibuk dengan aib orang lain.                  Karena, tak ada yang lebih tahu tentang aib diri ini, kecuali diri ini sendiri.
3. Jika seseorang terbiasa memandang aib dirinya, melalui refleksi ayat yang mulia ini, ia akan mudah dan cepat mengakui              kesalahan. Segera pula ia bertobat dan meminta maaf. Ini adalah sifat khas para Nabi yang disebutkan dalam al-Quran.
4. Dengan sering mengingat-ingat ayat ini, seseorang akan menyadari kadar dirinya. Keangkuhan pun, terkikis. Pribadi menjadi      lebih humble (rendah hati). Kecintaan Allah akan diraih. Kecintaan manusia, pun akan mengarah pada dirinya, tanpa harus          lelah mengupayakan kekaguman mereka.
5. Selama insan melihat kadar dirinya, maka ia wajib cerdas dalam menilai. Bahwa manusia, terkadang memuji dan mengagumi      dirinya kelewat batas. Dan manusia yang lain, menyalahkan dan merendahkannya sampai di bawah batas kewajaran. Siapa          yang mengenal dirinya, maka ia takkan tertipu dengan pujian manusia. Celaan mereka -yang tak sesuai kenyataan- juga                takkan mengurangi kadar dirinya di mata Allah jika ia benar-benar berada di atas kebenaran.
6. Bahkan melalui kritik dan celaan mereka, seseorang yang selalu melihat kadar dirinya, bisa mengambil manfaat. Dengan              menjadikan celaan dan kritikan itu sebagai obat untuk memperbaiki kekurangan diri. Sekalipun, obat itu terasa pahit.

Bahan Bacaan:
Qawaa’id Qur-aaniyyah, Cet. 4 – Markaz Tadabbur, 1438/2018, Dr. ‘Umar al-Muqbil.

Status Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.
Diterbitkan Minggu, 24 Juni 2020
Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim