Betapa Lembutnya Hati Rasulullah ﷺ & Kerinduan Sebatang Pohon

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

‘Abdullah bin ‘Umar -radhiallahu ‘anhu- meriwayatkan:

«كان النَّبيُّ ﷺ يخطُبُ إلى جذعٍ فلمَّا اتَّخذَ المنبرَ تحوَّلَ إليه، فحنَّ الجِذعُ فأتاهُ فمسحَ يدَه عليه» – رواه البخاريّ

“Nabi ﷺ dulunya berkhotbah dengan bersandar pada seonggah batang kurma. Ketika ada mimbar lain (yang baru), Nabi ﷺ pindah berkhotbah ke mimbar tersebut. Tiba-tiba batang pohon kurma itu terdengar menangis dengan “haniin”. Lantas, Nabi ﷺ menghampiri batang kurma tersebut, lalu beliau mengelusnya dengan tangan beliau.” -[HR. al-Bukhari: 918].

Haniin = Tangisan rindu

Dalam riwayat Anas bin Malik -radhiallahu ‘anhu- disebutkan bahwa:

فأتاهُ فاحتضنَهُ فسَكنَ , فقالَ : لو لم أحتضنْهُ لحنَّ إلى يومِ القيامة.

“Nabi ﷺ menghampiri batang pohon kurma itu, lantas memeluknya. Ia pun terdiam tenang. Rasulullah ﷺ bersabda; ‘andai aku tak memeluknya, dia akan menangis sampai Hari Kiamat” [Shahiih Ibn. Maajah: 1170].

Ada lagi riwayat tentang kejadian yang sama dari sahabat yang lain. Dari; Jaabir bin ‘Abdillaah, ‘Abdullah bin ‘Abbaas, dan Abu Hurairah, radhiallahu ‘anhum.

Dari riwayat-riwayat para Sahabat tentang kejadian ini, nampak bahwa mereka benar-benar mendengar batang pohon itu mengeluarkan suara tangisan. -Wallaahua’lam.

 

Status Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Senin, 10 Juni 2020

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim