Bahaya Menumpuk Harta

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Al-Imam asy-Syafi’i mengatakan,

طَلَبُ فُضُوْلِ الدُّنْيَا عُقُوْبَةٌ عَاقَبَ اللَّهُ بِهَا أَهْلَ التَّوْحِيْدِ

“Berburu dunia untuk sekedar menumpuk-numpuk harta adalah sebuah hukuman yang Allah timpakan kepada orang-orang yang beriman” [Manaqib asy-Syafi’i karya Ibnu Katsir hlm 231].

Hukuman dan adzab dari Allah itu tidak harus yang ngeri-ngeri.

Di antara bentuk hukuman Allah untuk sebagian orang adalah kesibukan memburu harta sekedar untuk menumpuk kekayaan, bukan untuk memperbanyak sedekah dan infak.

Sebagian orang yang sudah kaya raya masih sibuk luar biasa menumpuk harta sehingga tidak pernah benar-benar menikmati hartanya. Badan, pikiran dan hatinya terkuras untuk harta dan harta.

Tanpa disadari ini adalah salah satu bentuk hukuman Allah untuk sebagian orang.

Semestinya kitalah yang memiliki harta bukan harta memiliki dan menguasai hati dan pikiran kita.

Indikator memiliki harta dan tidak dimiliki oleh harta ada dua:

Tidak gembira berlebihan ketika mendapatkan tambahan harta.

Tidak sedih yang mendalam, sedih yang berlarut-larut karena musibah kehilangan harta.

 

Ditulis Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Senin, 16 November 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3569576529751953/?app=fbl