Jika Ragu Tentang al-Khaaliq

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Jika akal dihinggapi keraguan tentang al-Khaaliq, camkan 5 hal berikut ini;

  1. Akal adalah makhluk sebagaimana mata juga makhluk. Jika kemampuan mata terbatas, maka begitu pula dengan akal.
  2. Banyak makhluk yang masih belum bisa dijangkau akal. Nah, apalagi al-Khaaliq (Pencipta).
  3. Lingkaran pencipta adalah suatu hal yang mustahil. Harus ada Pencipta yang pertama, yang tidak tercipta.
  4. Jika akal bertanya; “siapa yang menciptakan Allah (Sang Pencipta)..??”, maka camkanlah bahwa itu adalah bisikan syaitan. Secara akal sehat (berdasarkan poin 3 di atas), pertanyaan tersebut sudah salah di awal. Jika sesuatu ada setelah sebelumnya tiada, berarti dia makhluk, bukan Pencipta.
  5. Terkait poin 4 di atas, manakala syaitan datang membisikkan keraguan, amalkan 3 petunjuk Rasulullah sebagaimana tersirat dalam hadits…!!; stop berpikir tentang perkara yang tidak mungkin dijangkau akal, ta’aawudz dari syaitan, lawan dengan iman pada Allah.

Demikian intisari penjelasan Ibnu Sa’di rahimahullaah dalam kitabnya “Bahjatu Quluubil Abroor”, hlm. 39-41.

_____________

 

Ditulis Ustadz Johan Saputra Halim حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Selasa, 14 Juli 2020 (Repost 14 Juli 2018)

Link: https://web.facebook.com/jo.saputra.halim