Efek Menertawakan Orang Lain

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Ibnul Qayyim mengatakan,

وَمَنْ ضَحِكَ مِنَ النَّاسِ ضُحِكَ مِنْهُ وَمَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِعَمَلٍ اُبْتُلِيَ بِهِ وَلَا بُدَّ

*Siapa saja yang mentertawakan orang lain pasti akan ditertawakan. Siapa yang mengejek orang lain karena perbuatan keliru/dosa yang dilakukannya pasti akan melakukan hal yang serupa. Ini adalah sebuah keniscayaan.*

[Al-Furusiyyah hlm 446]

Balasan yang akan diterima oleh seseorang itu semisal dan sejenis dengan perbuatannya.

Orang yang mentertawakan orang lain yang terpeleset atau jatuh pasti di kemudian hari akan menjadi objek tertawaan orang lain.

Tidak boleh mengejek dan menghina seseorang karena kemaksiatan yang dilakukannya.

Kewajiban kita ketika mengetahui ada orang yang berbuat maksiat adalah menasihatinya baik-baik, bukan malah mengejek dan menghinanya. Nasihat itu bukan dengan cara mengejek dan menghina.

Mengejek dan menghina orang yang berbuat maksiat adalah buah dari ujub, bangga dengan amal dan kondisi dirinya.

Ujub dengan amal kebaikan adalah salah satu faktor penghapus pahala amal kebaikan tersebut.

 

Status Ustadz Aris Munandar, SS, MPI حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Sabtu, 3 Oktober 2020

Link:https://www.facebook.com/113425948700379/posts/3443508505692090/?app=fbl