Membantah Kesesatan yang Disebarkan Penguasa

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Apa hukumnya mengghibahi waliyul amr’ (pemerintah), mencelanya serta menyebarkan kesalahan-kesalahannya?

Syaikh Abdul Karim bin Abdillah Al Khudhair menjawab:

Waliyul amr’ itu sebagaimana kaum Muslimin yang lain, kehormatannya haram dirusak. Maka tidak boleh mengghibahi mencela serta menyebarkan kesalahan-kesalahannya. Terlebih lagi hal-hal yang dapat membuat masyarakat marah kepada pemerintah.

Ini bukan berarti hal-hal yang haram itu didiamkan, tidak dijelaskan. Dan bukan berarti masyarakat tidak diberi peringatan (dari kesesatan tersebut) ketika sudah jelas nama-nama pelakunya, siapapun itu. Namun yang benar adalah sebagaimana metode Nabawi, Nabi mengatakan:

ما بَالُ أَقْوَامٍ قالوا كَذَا وَكَذَا

“mengapa beberapa orang mengatakan ini dan itu..” (HR. Muslim 1401).

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/53119

Tidak boleh mencela dan mengghibah penguasa Muslim. Dan ini manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah. Namun tetap wajib mengingkari kesesatan yang dipromosikan penguasa tanpa menyebut nama pelakunya.

Contoh mudahnya, andaikan penguasa mempromosikan syirik dan bid’ah, maka tetap kita mendakwahkan masyarakat untuk menjauhi syirik dan bid’ah.

Semoga Allah memberi taufik.

 

Ditulis Ustadz Yulian Purnama حفظه الله تعالى.

Diterbitkan Senin, 7 September 2020

Link: https://web.facebook.com/yulian.purnama