Sudah Hijrah Hendaknya Menjauhi Pakaian yang Ketat

Silahkan Bagikan Semoga Bermanfaat

Wanita muslimah sudah jelas tidak boleh memakai pakaian ketat, kecuali di hadapan suaminya. Namun perlu diketahui, lelaki Muslim juga tidak boleh memakai pakaian ketat, karena dapat menimbulkan fitnah (keburukan). Namun memang, larangannya lebih keras bagi wanita daripada bagi laki-laki.

 

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata:

والثياب الضيقة لا يجوز لبسها للرجال ولا للنساء، ولكن النساء أشدّ؛ لأن الفتنة بهن أشدّ

“Pakaian yang ketat tidak boleh dipakai oleh laki-laki maupun wanita, namun bagi wanita lebih keras larangannya, karena fitnah wanita itu lebih dahsyat” (Muntaqa Fatawa Syaikh Shalih Al Fauzan, jilid 3 no.456)

 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga mengatakan:

الملابِسُ الضيِّقةُ يُكرَهُ لُبسُها للرِّجالِ والنساءِ جميعًا، والمشروعُ أن تكونَ الملابِسُ متوسِّطةً، لا ضيقةً تُبَيِّن حَجْمَ العورةِ، ولا واسعةً، ولكنْ بين ذلك

“Pakaian yang ketat, makruh dipakai oleh lelaki maupun wanita semuanya. Yang disyariatkan hendaknya pakaian itu longgar, tidak ketat yang bisa menampakkan lekuk-lekuk dari aurat. Dan juga tidak terlalu lebar. Namun yang baik, pertengahan di antara keduanya” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 29/217).

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin juga menjelaskan:

أرى أن الأولى للرجل أن لا يلبس الضيق لأنه لا بد أن يتبين به مقاطع الجسم و هذا فتنة

“Saya berpandangan bahwa yang lebih utama bagi lelaki hendaknya tidak memakai pakaian yang ketat, karena ia akan menampakkan lekuk-lekuk badan, dan ini merupakan fitnah” (Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-MGDLXzgqLI).

 

Maka ikhwah yang sudah hijrah dan para penuntut ilmu, upayakan menjadi teladan bagi masyarakat menggunakan pakaian yang baik dan penuh wibawa.

 

Jika ada ustadz sunnah, yang menggunakan pakaian ketat (body fit, celana ketat, celana pensil, dan semisalnya), mohon dinasehati dengan sopan dan penuh adab.

 

Semoga Allah memberi taufik.

 

Status Ustadz Yulian Purnama حفظه الله تعالى

DIterbitkan  :4 Desember 2019

Link : https://web.facebook.com/yulian.purnama

Topics: